Minggu, 04 Mei 2014

SISTEM KEKERABATAN DALAM TAMADUN MELAYU



SISTEM KEKERABATAN DALAM TAMADUN MELAYU

A.    Pengertian Sistem Kekerabatan
Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial.  Sistem kekerabatan mempunyai peran yang sangat penting di dalam struktur masyarakat. Mayer  fortes menyatakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk mengambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan.[1]
Kekerabatan adalah unit- unit sosial dari beberapa keluarga yang memeiliki hubungan darah atau hubungan perkawinana. Seoang dikatakan kerabat apabila memiliki hubungan darah, walaupun belum mengetahui atau mengenal satu dengan yang lain sebelumnya. Kekerabatan memiliki anggota yang terdiri atas ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, keponakan, cucu, dan seterusnya.
Jadi hubungan kekerabatan adalah salah satu prinsif mendasar untuk mengelompokan tiap orang kedalam kelompok sosial, peran katagori, dan silsilah. Hubungan keluarga dapat dihadirkan secara nyata( ibu, sudara, kakek) atau secara abstak menurut tingkat kekerabatan. Sebuah hubungan dapat memiliki syarat relatif misalnya ayah adalah seseorang yang memiliki anak, atau mewakili secara absolut misal perbedaan setatus antara seorang ibu dengan wanita tanpa anak.
B.     Sistem Kekerabatan  Melayu

Sistem kekrabatan pada masyarakat melayu di kalimantan barat pada umumnya menganut sistem bilinal dan biliteral yaitu mengambil garis keturunan ayah dan garis keturunan ibu. Tetapi dalam pembagian waris anak laki- laki memperoleh lebih banyak dari anak perempuan.
Namun sistem kekerabatan menurut adat  hanya formalitas saja, sedangkan pelaksananya semakin menipis. Bahkan generasi muda pada kekerabatan panggilan untuk paman dan bibi selalu “ om “, tante” mereka tidak kenal dengan “”mak ngah”, pak ngah” mak long” pak long”, dan sebagainya.[2]
Masyarakat di tanah riau mengikuti keturunan laki- laki. Penduduk riau sangat menjunjung tinggi kesopanan antar manusia walaupun sistem kekerabatannya tidak mengenal adanya kasta secara umum. Namun terdapat juga keturunan yang lebih dihormati yaitu keterunan anak dukun besar, ketua adat. Jabatan ini dihargai karena memiliki ilmu ghaib yang tidak semua orang mendapatkanya. Ilmu itu hanya diturunkan keanak laki- laki, keponakan laki- laki dan segaris keturunan, jadi dalam hal ini orang yang bukan merupakan kerabat dekat anak dukun tersebut tidak akan meneruskan ilmunya tersebut.
Tempat pertemuan adat disebut surau dengan ketua adat atau dengan istilah islam disebut imam ( khalifah) hal ini di anut masyarakat riau yang masih berlokasi didusun atau di kecematan.
Mayoritas masyarakat riau menganut agama islam yang memperbolehkan adanya perkawinan antar sesama suku. Namun hal ini sangat bertentangan dengan hukum adat mereka yang melarang terjadinya perkawinan antar suku, karena mereka takut anak yang dilahirkan akan cacat. Hal ini mereka percayai dan ikuti dari dahulu yang menurut sejarah adat mereka dahulu kala ketua- ketua suku disana pernah bersumpah untuk tidak mengawinkan satu suku, apabila ada yang melanggar mereka akan mengutuk keturunan yang diperoleh akan cacat.[3]
Sistem kekeluargaan masyarakat melayu berteraskan islam dan adat. Sejak lahir seseorang itu didik dengan keislaman dan adat istiadat hingga mereka dewasa. Misalnya ketika seorang anak baru lahir bapak atau datuk akan mengazankan bagi bayi laki- laki dan mengqomadkan bagi anak perempuan, dengan tujuan suara yang pertama didengarnya adalah seruan azan dan kalimat shadat dan meniupkan roh dan semangat islam kepada bayi tersebut. Sejak kecil
diajarkan konsep dosa, pahala, haram halal dsb. Setelah mereka berumur 5 tahun keatas anak- ank juga diajarkan sholat, puasa dan bagaimana cara berakhlak terpuji dalam kehidupan sehari- hari.[4]

C.    Kedudukan Ayah Dan Ibu Dalam  Keluarga Melayu

1.      Kedudukan ayah dalam keluarga
Ayah merupakan kepala keluarga. Dalam kehidupan sehari- hari sudah ada pembagian tugas anatara ayah dan ibu. Ayah merupakan orang yang bertanggung jawab auntuk kelangsungan hidup berkeluarga, didalam keluarga ayah berkedudukan yang paling tinggi. Ayah sumber kehidupan keluarga kerna ayah mempunyai tugas dan kewajiban untuk memberikan nafkah dan keperluan kependidikan serta melindungi anak- anak, oleh sebab itu ayah sering disebut tulang punggung keluarga.
2.      Kedudukan ibu dalam keluarga
Ibu adalah tumpuan segala- galanya dalam sebuah keluarga, dengan perasaan seorang ibu dalam keluarganya adat melayu menunjuk kepada sabda Rasulullah Saw yang artinya “ surga di telapak kaki ibu”.
Peranan seorang ibu dalam membentuk peribadi anak sangat dominan mulai dari kandungan sampai dewasa ibu tidak lalai dengan tugas- tugasnya. Adapun diantar tugas ibu adalah :
Ø  Menyediakan segala kebutuhan pakaian dan lain- lain.
Ø  Selalu mengenalkan hal yang baik- baik kepada anak misal dengan mengajarinya melalui cerita saat mau tidur dan disertai dengan nasehat.
Ø  Memberikan pendidikan kepada anak.[5]
D.    Kata Sapaan Dalam Keluarga Melayu
Bahasa melayu sangatlah kaya. Begitu pula tutur sapa santun dan terstuktur, untuk menyapa saudara dari orng tua kitapun ada aturannya, ada kata sapaan kekerabatannya.
Dalam sebuah rumah tangga melayu keluarga itu terdiri dari 3 jenis yaitu:
1.      Keluarga kecil
Dalam keluarga kecil ini mempunyai anak satu sampai tiga orang “ pak saudaranye” mungkin Cuma ada pak unggal dan mak unggal atau pak cik dan mak cik.
2.      Keluarga menengah
Dalam keluarga menengah ini mempunyai anak tiga sampai lima orang” pak saudaranye” terdiri dari pak long, pak andak, pak ngah, pak cik dan pak usu.
3.      Keluarga besar
Dalam keluarga ini mempunyai anak lima sampai sepuluh orang. “Pak saudarenye” anak- anak sampai sembilan orang yaitu terdiri dari:
 Pak long dan mak long
 Pak anjang dan mak anjang
 Pak andak dan mak andak
 Pak ngah dan mak ngah
 Pak itam dan mak itam
 Pak oteh mak oteh
 Pak cik mak cik
 Pak ude dan mak ude
 Pak alang dan mak lang
 Pak usu dan mak usu
 Pak unggal dan mak unggal

E.     Syair Kekerabatan Melayu
Kepada pak long dan mak                                 berkain gumbang kemban
Long                                                                   di gulong
Saudara ayah dan ibu yang paling                    mereka lah tempat minta
Sulong                                                               tolong
                                                                                                    
Saudara ayah badannya panjang                       saudara ayah ibu berkulit hitam
Disapa pak anjang dan mak                              disapa pak itam dan mak itam
Anjang                                                               berdiri gagah  bersilasanggam
Kalau kurus ditiup angin                                   tak berduit tempat meminjam
 melayang- layang
                                                                                   

kalau gemuk boleh dijadikan                            pak cik atau mak cik
tiang                                                                  saudara ayah ibu yang paling
                                                                          kecik
kepada mak andak dan pak                               pandai sekali kalau mengusik
andak                                                                 banyak akal sangatlah cerdik
saudara ayah ibu yang paling
pandak
kepada mereka janganlah
berlagak
disitu mengadu bila dah sesak

saudara ayah ibu yang tengah
disapa pak ngah dan mak ngah
bila suami terus bertelagah
mintalah mereka jadi petengah

ada pak ude dan mak ude
suka bergaya serupa orang mude
kemane- mane selalu gembire
kadang pasangan tak cukup due

saudara ayah ibu yang alang kepalang
disapa pak lang dan mak lang
suke berbuat yang alang- alang
orang lain jadi tunggang langgang           
                            
ade pak usu dan mak usu
saudara ayah ibu yang paling bungsu
perangainya masih kadang lucu
kadang boleh jadi juga tempat mengadu

ade salam dari igal
dari pak unggal dan pak unggal
sepupu kite yang lahir tunggal
dia mohon maaf tak dapat
be- halal bi- halal

panggilan dan sistem kekerabatan orang melayu melambangkan
·         Penghormatan
·         Kejujuran
·         Untuk mudah mengenal antara anak dan saudaranya
·         Kasih sayang keluarganya
·         Tradisi
·         Pembeda dari suku lainnya.[6]

F.     Sistem Kekerabatan Perkawinan Orang Melayu
Perkawinan adalah tahap terpenting dalam kehidupan manusia. Melalui perkawinan seseorang akan mengalami perubahan status yang semula bujangan kini telah menjadi kepala keluarga,yang dulunya seorang gadis kini telah menjadi seorang ibu rumah tangga atau istri.
Dalam sistem kekerabatan perkawinan juga mempengaruhi sifat hubungan kekeluargaan,bahkan dapat pula menggeser hak dan kewajiban untuk sementara keluarga kerabat lainnya, misalnya seorang abang yang tadinya bertanggung jawab terhadap adik gadisnya, akan berubah dengan adanya perkawinan maka dan kewajiban seorang abang akan kepada suami sang adik.
Setiap upacara perkawinan itu begitu penting bagi yang bersangkutan maupun bagi anggota kekerabatan kedua belah pihak pengantin sehingga dalam proses pelaksanaannya harus memperhatikan serangkaian aturan atau tata cara biasanya sudah ditentukan secara adat yang berdasarkan kepada hukum;hukum agama.
G.    Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Kekerabatan Orang Melayu
1.      Kelebihan sistem kekerabatan
·           Kuatnya hubungan keluarga baik dekat maupun yang jauh
·           Tetap terjaganya siaturrahmi antar keluarga
·           Nilai gotong – royong
·           Terjadinya nilai-nilai kekerabatan dan persaudaraan
2.      Kekurangan sistem kekerabatan
·           Terhubungnya dengan satu suku
·           Kurangnya variasi adat-istiadat
·           Kurangnya variasi suku
·           Kurangnya variasi kebudayaan dalam keluarga.


[1] http://samjavasentris.blogspot.com. 2012/06/ sistem kekerabatan.html
[2] http :// sriherlina-stai-blogspot.com/2011/12/sisitem-kekerabatan-orang-melayu.html
[3] http:// ayuastari88.blogspot.com/2009/04/pengamatan-kebudayaan-riau-antarpologi.html
[4] http;//kitakongsiilmu.blogspot.com/2012/10/hns2013-kenegaraan.html
[5] http;//kebudayaandaerah.melayuonline.com/
[6] http;//www.lamriau.org/2012/05/kata-sapaan-dalam-kekerabatan-melayu.html

2 komentar:

  1. kami di belitong ada tambahan penyebutan "Pak Mok" untuk paman yang berbadan gemuk.

    BalasHapus
  2. untuk kalbar kalau yang di daerahnya masih ada panggilan pak long mak ngah mak uda mak kuning pak uteh dengan mak usu, kalau yang di kotanya baru om dan tante

    BalasHapus